*****TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN-KOMENTAR-JEMPOL-DAN-FOLLOW ANDA DI ARFAN BLOG™ MENEBAR ILMU MERAIH AMAL*****
Tampilkan postingan dengan label Biografi Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Ulama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Desember 2012

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah


Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah Beliau adalah Abu Abdillah Muhammad bin Shalih bin Muhammad bin Utsaimin Al Wuhaibi At Tamimy. Beliau dilahirkan di kota 'Unaizah pada tanggal 27 Ramadhan tahun 1347 H. Beliau rahimahullah belajar Al Qur'anul Karim kepada kakek dari pihak ibunya, yaitu Abdurahman bin Sulaiman Ali Damigh rahimahullah sampai hafal, selanjutnya Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah belajar Khath, berhitung dan sastra.

Seorang ulama besar, Syaikh Abdurahman As Sa'dy rahimahullah telah menunjuk dua orang muridnya agar mengajar anak-anak kecil, masing-masing adalah Syaikh Ali Ash Shalihy dan Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz al Muthawwa'. Kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Aziz inilah beliau belajar kitab Mukhtasharul Aqidah Al Wasithiyah dan Minhaajus Saalikin Fil Fiqhi, keduanya karya Syaikh Abdurahman As Sa'dy dan Al Ajrumiyah serta Al Alfiyah.

Lalu kepada Syaikh Abdurrahman bin Ali 'Audan beliau belajar Fara'idh dan Fiqih. Kepada Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'dy yang dikategorikan sebagai Syaikhnya yang utama beliau belajar kitab Tauhid, Tafsir, Hadits, Fiqih, Ushul Fiqih, Fara'idh, Musthalahul Hadits, Nahwu dan Sharaf.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah memiliki tempat terhormat dalam pandangan Syaikhnya, hal ini terbukti di antaranya ketika ayahanda beliau pindah ke Riyadh pada masa awal perkembanganya dan ingin agar anaknya, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah pindah bersamanya. Maka Syaikh Abdurrahman As Sa'dy rahimahullah(sang guru) menulis surat kepada ayahanda beliau: "Ini tidak boleh terjadi, kami ingin agar Muhammad tetap tinggal di sini sehingga dia bisa banyak mengambil manfaat."


Berkomentar tentang Syaikh tersebut, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan: "Syaikh As Sa'dy rahimahullah sungguh banyak memberi pengaruh kepada saya dalam hal methode mengajar, memaparkan ilmu serta pendekatannya kepada para siswa melalui contoh-contoh dan substansi-substansi makna. Beliau juga banyak memberi pengaruh kepada saya dalam hal akhlak. Syaikh As Sa'dy rahimahullah adalah seorang yang memiliki akhlak agung dan mulia, sangat mendalam ilmunya serta kuat dan tekun ibadahnya. Beliau suka mencandai anak-anak kecil, pandai membuat senang dan tertawa orang-orang dewasa. Syaikh As Sa'dy adalah orang yang paling baik akhlaknya dari orang-orang yang pernah saya lihat."

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah juga belajar kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Abdul Aziz bin Baz adalah guru kedua beliau, setelah Syaikh As Sa'dy. Kepada Syaikh Bin Baz beliau belajar kitab Shahihul Bukhari dan beberapa kitab karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan kitab-kitab Fiqih.

Mengomentari Syaikh Bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengatakan: "Syaikh Bin Baz banyak menpengaruhi saya dalam hal perhatian beliau yang sangat intens terhadap hadits. Saya juga banyak terpengaruh dengan akhlak beliau dan kelapangannya terhadap sesama manusia."

Pada tahun 1371 H, beliau mulai mengajar di masjid. Ketika dibuka Ma'had Ilmi, beliau masuk tahun 1372 H, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah mengisahkan: "Saya masuk Ma'had Ilmi pada tahun kedua (dari berdirinya Ma'had) atas saran Syaikh Ali Ash Shalihy, setelah sebelumnya mendapat izin dari Syaikh Sa'dy. Ketika itu Ma'had Ilmi dibagi menjadi dua bagian: Umum dan Khusus, saya masuk ke bagian Khusus, saat itu dikenal pula dengan sistem loncat kelas. Yakni seorang siswa boleh belajar ketika liburan panjang dan mengikuti tes kenaikan di awal tahun. Jika lulus dia boleh di kelas yang lebih tinggi. Dengan sistem itu saya bisa menghemat waktu."

Setelah dua tahun menamatkan belajar di Ma'had Ilmi, beliau lalu ditunjuk sebagai guru di Ma'had ilmi 'Unaizah sambil melanjutkan kuliah di Fakultas Syari'ah dan tetap juga belajar di bawah bimbingan Abdurrahman As Sa'dy rahimahullah.

Ketika Abdurrahman As Sa'dy rahimahullah wafat beliau ditetapkan sebagai Imam Masjid Jami' di 'Unaizah, mengajar di Maktabah 'Unaizah Al Wathaniyah dan masih tetap pula mengajar di Ma'had Ilmi. Setelah itu beliau pindah mengajar di Cabang Universitas Imam Muhammad Ibnu Saud Qashim pada fakultas Syari'ah dan Ushuluddin hingga sekarang. Kini beliau menjadi anggota Hai'atu Kibaril Ulama (di Indonesia semacam MUI, pent.) Kerajaan Saudi Arabia. Syaikh Utsaimin memiliki andil besar di medan dakwah kepada Allah Azza wa Jalla, beliau selalu mengikuti berbagai perkembangan dan situasi dakwah di berbagai tempat.

Perlu dicatat, bahwa Yang Mulia Syaikh Muhammad bin Ibrahim rahimahullah telah berkali-kali menawarkan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah untuk menjadi qadhi (hakim), bahkan telah mengeluarkan Surat Keputusan yang menetapkan beliau sebagai Ketua Mahkamah Syari'ah dikota Ihsa', tetapi setelah melalui berbagai pendekatan pribadi, akhirnya Mahkamah memahami ketidaksediaan beliau rahimahullah memangku jabatan ketua Mahkamah.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah memiliki karangan lebih dari 40 buah. Di antaranya berupa kitab dan risalah. Insya Allah semua karya beliau akan dikodifikasikan menjadi satu kitab dalam Majmu'ul Fatawa war Rasa'il.

Kamis, 29 November 2012

Biografi Ulama | Syaikh Abdullah bin Baz rahimahullah



Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abdullah bin Baz rahimahullah dilahirkan di kota Riyadh pada tanggal 12 Dzul Hijjah tahun 1330 H, dari keluarga yang sebagian besar kaum lelakinya bergelut dalam dunia keilmuan. Pada mulanya Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah bisa melihat, kemudian pada tahun 1336 H, kedua matanya menderita sakit, dan mulai melemah hingga akhirnya pada bulan Muharram tahun 1350 kedua matanya mulai buta.

Pendidikannya lebih banyak tertuju pada pelajaran Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah tumbuh dalam peliharaan salah seorang keluarganya. Al-Qur'an merupakan pelita yang menerangi hidupnya, sehingga umurnya dipergunakan untuk menimba ilmu Al-Qur'an, dan beliau hafal Al-Qur'an secara menyeluruh ketika beliau masih kecil,belum mencapai usia baligh.

Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah belajar ilmu-ilmu syar'i dari para ulama besar di Riyadh, seperti Syaikh Sa'd binb athiq dan Syaikh Hamd bin Faris dan Syaikh Sa'd bin Waqqash Al-Bukhari dan Syaikh Muhammad bin Ibrahim Ali Syaikh -semoga Allah merahmati mereka-, beliau terus menimba ilmu hingga mulai terpandang di kalangan para ulama.

Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah pernah menjadi Qadhi mulai bulan Jumadats Tsaniah tahun 1357 hingga tahun 1371. Selanjutnya pada tahun 1372 Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah mengajar di Ma'had Ilmi di Riyadh selama setahun kemudian pindah ke Fakultas Syariat di Riyadh mengajar Ilmu Fiqih, Tauhid dan Hadits selama tujuh tahun, semenjak didirikannya fakultas ini hingga tahun 1380.

Pada tahun 1381 Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah ditunjuk menjadi wakil rektor Jamiah Islamiyah di Madinah Al Munawwarah, dan menempati posisinya tersebut hingga tahun 1390. Selanjutnya pada mulai tahun itu hingga tahun 1395 beliau menjadi rektor Jami'ah Islamiyah.

Pada tanggal 14/10/1395 terbit keputusan kerajaan yang menunjuk Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah sebagai mufti besar (Semacam ketua MUI) untuk negara Saudi Arabia dan sebagai ketua ikatan para ulama serta ketua idarah buhuts ilmiyah wal ifta' yang setingkat dengan kedudukan mentri, hingga beliau meninggal.

Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah juga banyak berkecimpung di berbagai lembaga dan majlis ilmiah islamiyah, di antaranya sebagai ketua ikatan para ulama, ketua majlis pendiri rabithah 'alam islamy, ketua lembaga internasional yang mengurusi masjid dan ketua mujamma' fiqhy islamy di Mekkah Al Mukarramah. Beliau juga sebagai anggota lembaga tinggi Jami'ah Islamiyah di Madinah Al Munawwarah, anggota lembaga tinggi dakwah Islam, anggota majlis syuro untuk WAMY (Ikatan Pemuda Islam Internasional) dan beberapa keanggotaan yang lain.

Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baaz-rahimahullah juga beberapa kali mengetuai berbagai mu'tamar internasional yang diadakan di negara Saudi Arabia, yang merupakan sarana bagi beliau untuk saling tukar pendapat dan fikiran dengan beberapa ulama, da'i dan pemikir lainnya dari berbagai belahan dunia.

Meski Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah disibukkan dengan berbagai kegiatan tersebut, beliau tidak lupa tugas utamanya sebagai seorang alim dan da'i. Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah telah menulis berbagai karangan dan buku-buku, di antaranya: Al Fawa'id Al Jaliyyah fil Mabahits Al Fardhiyyah, At Tahqiq wal Idhah likatsir min masailil Hajj wal Umrah waz Ziyarah, At Tahdzir minal Bida', Ar Risalatanil Mujazatani fiz Zakat wash Shiyam, Al Akidatul Mujazah, Wujubul Amal Bisunnatir Rasul, Ad Da'wah Ilal-llaah, Shifatud Da'iyah, Wujubu Tahkimi Syar'illaahi. Hukmus Sufur Wal Hijab, Nikahus Syighar, Tsalatsu Rasail Fish Shalat, Hukmul Islam Fiiman Tha'ana fil Qur'an Aw Fii Rasulillah, Hasyiyah Mufidah Ala Fathil Bari, Iqamatul Barahin ala Hukmi Manista'ana Bighairillaah Aw Shaddaqal Kuhhan wal Arrafin, Al Jihad fii Sabilillah, Wujubu Luzumis Sunnah Wal Hadzru Minal Bid'ah, dan berbagaimacam fatwa-fatwa dan tulisan-tulisan lainnya.

Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah juga mempunyai berbagai kegiatan dakwah dan kepedualian terhadap berbagai urusan orang-orang muslimin, di antaranya sumbangan beliau kepada berbagai yayasan-yayasan Islam dan lembaga-lembaga Islam lainnya yang ada di berbagai belahan dunia. Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah juga sangat peduli dengan permasalahan tauhid dan berbagai kerancuan yang terjadi pada masyarakat muslim. Lebih khusus lagi, beliau sangat memperhatikan mengenai pangajaran hafalan Al-Qur'an dan senantiasa menganjurkan kepada berbagai lembaga untuk mengadakan program tahfidz A-Qur'an.

Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah telah banyak memberikan berbagai pelajaran dan muhadharah Islamiyah untuk menanamkan pemahaman Islam yang benar kepada kaum muslimin. Syaikh-Abdul-Aziz-bin-Abdullah-bin-Baz-rahimahullah juga telah menulis berbagai makalah dalam majallah Al Buhuts Al Islamiyah.

Pada tahun 1402 Yayasan Sosial Malik Faishal menganugerahkan trophy Internasional Raja Faishal kepada beliau atas jasa-jasa beliau kepada Islam.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...