*****TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN-KOMENTAR-JEMPOL-DAN-FOLLOW ANDA DI ARFAN BLOG™ MENEBAR ILMU MERAIH AMAL*****

Senin, 27 Juli 2015

DA'I ADALAH UMPAN

Bismillah...
Tulisan ini untuk memotivasi diriku dan sahabat-sahabat Da'i yang sangat aku cintai karena ALLAH azza wa jalla.

"Seorang Da'i, ia bagaikan sebuah umpan yang siap sedia mengait ikan-ikan harapan".
Iya, ku katakan demikian karena itu sesuai dengan pengalaman yang aku rasakan.

"Seorang Da'i adalah sebuah umpan bagi mad'unya, mad'u yang kelak menjadi sahabatnya dalam menegakkan kalimat tauhid, mad'u harapan yang kelak 'menggigit' Al-Quran dan Sunnah dengan gigi gerahamnya"

"Seorang Da'i harus mampu mengait mad'unya ikut bersamanya, meskipun ini tidak selamanya terjadi (karena kita ketahui bahwa Hidayah milik ALLAH jalla wa 'alaa), tetapi minimal ia mampu membawa ke jalan yang mengarah kepada dakwah dan Hidayah-Nya, baik ia dalam keadaan suka atau bahkan dalam keadaan duka".

"Seorang dai adalah sebuah umpan bagi 'ikan-ikan' yang kelaparan. Kelaparan akan ilmu, Kelaparan akan pengetahuan ad-diin (Agama)".

"Karena seorang dai adalah sebuah umpan, maka ia harus menjadi umpan yang baik, ia harus menjadi umpan yang segar, yang bisa menarik hati ikan ikan harapan."

"Seorang dai haruslah menghiasi dirinya dengan Akhlak yang baik, berpenampilan syar'i, menghiasi dirinya dengan pakaian yang indah (syar'i), dan juga menghiasi dirinya dengan pakaian yang terbaik yaitu pakaian takwa,..
"Wahai anak cucu adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa itulah yang lebih baik....." (Terjemahan QS. Al 'Araf : 26)"

"Ketika sebuah umpan adalah umpan yang baik, umpan yang segar, umpan yang mampu menarik hati, maka ikan ikan akan berkumpul mengelilinginya, dan tidak sedikit dari mereka akan saling berebutan hanya untuk mendapatkan manfaat darinya".

"Ketika salah seekor ikan atau bahkan semua ikan telah menikmati  umpan yang baik itu, umpan yang segar itu, dan ia juga telah terkait oleh kail, maka ia tidak akan pernah menyesal telah memakan umpan itu, ia bahkan merasa bangga ia mampu untuk mengorbankan dirinya, ia akan merasa puas terhadap apa yang telah ia lakukan, dan yang lebih fantastis ia akan bersyukur bisa memberikan manfaat kepada yang membutuhkannya"

Begitulah seorang dai, yang ketika mad'unya telah tertarik dengan dirinya, tertarik dengan Akhlaknya, tertarik dengan penampilannya yang indah (syar'i) maka mereka akan mengerumuni dirinya, berusaha mendekati dirinya, berharap bisa seperti dirinya, dan juga bisa mendapat manfaat darinya"

"Ketika salah seorang dari mad'unya, atau bahkan semua mad'unya telah terkait dengan dirinya maka, mereka tidak akan pernah menyesal bersahabat dengan dirinya, bahkan mereka akan rela berkorban dalam setiap urusan, apatalagi yang namanya urusan ad-diin, dan tentu mereka akan sangat bersyukur telah mendapat manfaat dari dirinya, yang kelak manfaat itu bisa diseberluaskan kepada yang membutuhkan"
Mohon maaf apabila ada kata2 yang salah...

WaLLAHU a'lam bish-shawwab.
Namlea, 23 Sya'ban 1436 | 18.20 WIT
Al Faqir Arfan bin Qasim

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

KAMI MEMBUTUHKAN KOMENTAR ANDA, MAKA SILAHKAN BERKOMENTAR DENGAN BAHASA YANG SOPAN

by ARFAN ALKENDARY

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...